Senin, 21/02/2022
πππππππ.π’π HALTENG β Aliansi mahasiswa aksi anti korupsi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar menggusut dugaan kasus gratifikasi,Β terkait pekerjaan infrastruktur jalan yang berlokasi di tanah milik Bupati.
Dugaan atas kasus ini wajib hukumnya periksa, sebab adanya dugaan gratifikasi yang di muat Media Tipikor beberapa hari kemarin, hal juga telah menyita perhatian publik, ungkap kordinator aksi Fikran.
Menurutnya, βdari tuntutan masa aksi di depan gedung KPK RI, tentang nasional weda-sagea, tak terlepas juga tuntutan tentang dugaan kasus gratifikasi, dan hal itu juga termuat pada 4 poin pres releaseΒ yang kami tuangkanβ, hal ini di sampaikan pada pesan watshap senin, 21/02/2022, pukul 01:00 WIB.
Dalam pres release, βkami juga mendesak hal ini, karena dugaan kasus gratifikasi ini, menurut kami ada sejumlah pekerja jalan yang bisa di jadikan sebagai saksi, guna pengembangan penyidikan pada kasus pekerjaan infrastruktur jalan yang di kerjakan oleh PT Buli Bangun.
Selain itu, kami meminta Ketua KPK Firly Bahuri, agar merekomendasikan timnya, untuk terjun ke lapangan, sebab pembuktian di lapangan sudah sangat jelas, areal lokasi menuju nusliko park itu benar milik Bupati Halmahera Tengah, jelasnya.
Pasalnya, βkami menduga ada sistim hadiah/sistim pemberian yang dikerjakan oleh PT Buli Bangunβ.
Lebih jelasnya lagi, pada pemberitaan Media tipikor di beberapa hari kemarin, sampai saat ini belum ada tindakan dari pihak hukum Halmahera Tengah juga provinsi Maluku Utara untuk menindaklanjuti terkait dugaan gratifikasi di lokasi milik Bupati Halmahera Tengah.
Olehnya itu, dengan dugaan kasus gratifikasi ini kami meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut kasus ini sesuai dengan surat edaran nomor 19 tahun 2021 dari KPK tentang pengendalian gratifikasi terkait industri jasa keuangan.
Menurutnya hal ini sangat jelas, dalam surat edaran KPK itu menjelaskan pada rapat kordinasi nasional unit pengendalian gratifilasi (Rakornas UPG), kementrian lembaga BUMD, pemerintah daerah tahun 2018 telah di sepakati komitmen untuk menciptakan budaya anti gratifikasi dengan berbagai larangan menerima fee apa pun dari berbagai pihak. Hal ini di tindaklanjuti pada rapat kordinasi tanggal 26 oktober 2020 dalam rangka mendukung pecegahan korupsi, khususnya pengendalian gratifikasi pada jasa keuangan sebagai berikut :
Olehnya itu dengan dasar Undang-undang dalam surat edaran KPK nomor 19 tahun 2021 yang di tujukan kepada:
Kami meminta kepada KPK agar dugaan gratifikasi yang melibatkan Bupati Halmahera Tengah di seriusi, guna menciptakan tiap penyelangara negera bersih dari korupsi, kolusi dan nepotesme, harapnya.
Berikut tuntutan pres release:
Dengan demikan tiap kasus korupsi di negara ini bisa terkontrol, baik itu di Maluku Utara secara umum, dan terlebih khusus di Halmahera Tengah, tutupnya.(ROSA)
πππππππ.π’π MAKASSAR, Proses hukum yang menjerat H. Hasan kini memasuki babak baru. Melalui kuasa hukumnya,…
(Jaya Abadi GMBI - NKRI Harga Mati) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan…
TURNAMEN CATUR AKHIR TAHUN SUL-SEL CUP II 2025 MAKASSAR, 31 Desember 2025 β Mengakhiri kalender…
PRA-PORPROV CABANG OLAHRAGA CATUR KABUPATEN JENEPONTO 2025 Jeneponto 28 Sept 2025 β Suasana penuh semangat…
Perkembangan OTT KPK terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer: Dari Penangkapan hingga Penetapan Tersangka Perkembangan OTT KPK…
Di Balik OTT Wakil Menteri Ketenagakerjaan: Jejak Pemerasan dan Bayang-Bayang Bisnis Sertifikasi πππππππ.π’π Jakarta, 21…