Home / Inspirasi

Rabu, 5 Juli 2023 - 13:52 WIB

Warga Palopo Idap Kanker Payudara Stadium 4, Berharap Sembuh Via Kemoterapi, Ratna Minta Bantuan Donasi Masyarakat!

Ratna Mustaring, Warga Kota Palopo yang mengidap Kanker Payudara Stadium 4 (empat). Kini dia kini merambat ke Gelenjar Getah Gening,  bermatastasis dengan tulang dan Paru-paru.  (Foto : Kredit Sherly Adelaida/tipikor.id)

Ratna Mustaring, Warga Kota Palopo yang mengidap Kanker Payudara Stadium 4 (empat). Kini dia kini merambat ke Gelenjar Getah Gening, bermatastasis dengan tulang dan Paru-paru. (Foto : Kredit Sherly Adelaida/tipikor.id)

Ratna Mustaring adalah warga Kota Palopo yang berdomisili di Kompleks SMA 5, Takkalalla, Wara Selatan Kota Palopo telah menderita penyakit Kanker Payudara Stadium Akhir, kini menunggu keajaiban dari Allah Yang Maha Kuasa mengingat harapan sembuh dengan Kemoterapi sangat tipis kemungkinan karena belum ada yang mampu membiayainya.

“Awal puasa tahun kemarin om, ibu saya diperiksa di Rumah Sakit ST Madyang di Kota Palopo, menurut hasil dokter pada saat periksa dan pengambilan sempel kemarin terus di cek di laboratorium nah hasilnya itu D24-benign neoplasm of breast, atau hanya Tumor jinak atau Neoplasma jinak” kata Dela Puspita Sari anak bungsu Ratna.

Massa Sel (Tumor) ini yang telah menyerang Ratna tidak memiliki kemampuan untuk menyerang jaringan tetangga atau bermetastasis. Karakteristik ini diperlukan agar tumor dapat didefinisikan sebagai kanker dan kemudian menjadi tumor jinak (non-kanker).

“Tapi saat kemarin pas sudah keluar hasilnya, ibuku sudah harus di rujuk ke Makassar untuk kemoterapi sekitar 3 sampai 4 kali. Baru di lakukan operasi kembali”Kata Puspita Sari yang all out merawat ibunya.

Namun saran dokter tidak dijalankan Ratna yang sekarang menjanda setelah suaminya, Muh. Jufri menjadi almarhum, baru saja pada 28 April 2022 di Rumah Sakit Mega Buana. Jadi tidak ada yang memiliki pengalaman masuk ke rumah sakit atau mendampimgi pasien masuk ke rumah sakit. Sepeninggal suaminya, yang bisa dihandalkan adalah anak perempuan karena Arfan telah bekerja di Bukaka Palopo dan tak ada waktunya mengurus ibunya ke Makassar.

Akhirnya ditunda semua skejul kemoterapi selama 4 kali untuk mengejar operasi kembali karena kurang dana yang harus dipakai ke Makassar dan dana operasional selama menjalankan terapi. Selama ini, setelah Arfan anaknya yang membantu ekonomi keluarga, sehingga satu-satunya sumber rezki bagi keluarga hanyalah dia sendiri dan tidak mungkin ikut ke Makassar sampai 3 hari jika masih ingin bekerja.

Selama periode menunggu untuk terapi ke Makassar, keuangan keluarga semakin krisis membanding lurus dengan Kesehatan yang makin hari turun. Ratna harus terjun cari reski untuk menghidupi anak-anak. Makin hari makin tak bersabahabat tinggal di kota Palopo tanpa suami dengan Kesehatan yang tak bagus. Anaknya harus di kuliahkan yang bungsu. Sedang 2 anak perempuan yang lain hanya bekerja sebagai Urusan Rumah Tangga alias mengurus anak saja.

Sedangkan suami keduanya, antara kerja dan tak ada sama saja, lebih sering pulang kerja tanpa hasil. Mereka memang diuji orang yang Maha Kuasa atas penyakit ini. Yang penting mereka semua sehat-sehat, rezki memang jauh sementara dari rumah kami. Amin.

Sebenarnya sejumlah pakar justru menyarankan pasien untuk tetap beraktivitas dalam skala ringan. Tapi Ratna tak pernah melakukan aktivitas itu. Tubuhnya memerlukan sirkulasi darah yang baik untuk membantu terapi berjalan dengan efektif. Beberapa aktivitas olahraga ringan termasuk jalan kaki dipandang membantu oleh sebagian pakar tidak pernah dilakukan setelah divonis tumor ringan.

Sebenarnya pada kasus Ratna, diet ketat adalah aturan yang perlu dilakukan. Dokter sangat tidak disarankan mengonsumsi makanan dengan kandungan daging merah, kolesterol, gula, lemak jenuh, alkohol, dan makanan kaya zat-zat kimiawi tambahan lain. Namun kondisi ekonomi keluarga Ratna ikut memperparah penyakitnya ini cepat mencapai stadium puncaknya. Apa saja dimakan karena tak ada makanan alternatif, intinya tak ada dana yang memadai.

Krisis ekonomi dan serta tak bersahabatnya Kota Palopo bagi pengidap penyakit Tumor dan Kanker membuat Ratna mengambil keputusan untuk meninggalkan kota ini. Sejak akhir bulan November 2022, mantan pemain voli handal mencari kedamaian dikampung halaman di Babang Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. Mudah-mudahan ada yang dapat membantu jalan keluar terapi Kemo di Makassar. Semoga saja.

Kenyataan ternyata memilukan. Sudah 7 bulan tinggal dihalaman, mimpi untuk berobat semakin membuat tekanan ekonomi membuat pemicu stress dan tak disiplin malah membuat tumor ringan sudah cepat sekali masuk stadium 4. Ratna sudah mengalami gejala-gejala kanker payudara stadium 4 ini biasanya memiliki gangguan di hampir semua organ di tubuh bagian atas. Kanker yang awalnya berada di payudara akhirnya menyebar ke banyak tempat dan penanganan mulai sulit karena dokter harus menangani pusat kanker dan penyebarannya.

Dia telah mengalami Metastasis adalah penyebaran kanker ke bagian tubuhnya dan bisa terjadi ketika kanker sudah berkembang pada stadium yang lebih lanjut terlebih jika sudah Stadium akhir. Kondisi ini bisa berbahaya karena bisa memperburuk kondisi kesehatan pengidapnya.
Seharusnya Ratna tetap difokuskan pada pengobatan dalam perlambatan kerusakan dan penyebaran agresif kanker. Dan karenanya itu perlu Ratna tetap berada dalam kendali dengan menjalankan sejumlah perawatan seperti:

  1. Terapi Hormon dilakukan dengan memastikan kadar estrogen dalam tubuh tetap dalam kontrol.
  2. Terapi bertarget dilakukan dengan memasukan cairan kimia trastuzumab (Herceptin) yang bekerja sebagai antibodi buatan.
  3. Kemoterapi, menyerang kanker secara kimia menggunakan zat cytotoxin sebagai obat kanker payudara.
  4. Radioterapi atau Terapi radiasi atau juga bisa menjadi pilhan. Biasanya terapi ini dilakukan dengan konsep brakhiterapi untuk menembak beberapa perkembangan sel kanker skala minor pada organ-organ tubuh.
  5. Selain itu terapi radiasi general juga bisa diambil bila dirasa diperlukan. Kadang terapi radiasi tidak dilakukan bersamaan dengan kemoterapi karena efek sampingnya akan dua kali lebih berat.

Pada stadium 4 seperti ini, Ratna akan mengalami masalah serius dengan kondisi tubuhnya. Kanker menyebar akan menyebabkan pasien mengalami sejumlah penurunan fungsi tubuh. Sementara terapi akan menyisakan efek samping yang relatif berat bagi pasien.

Munculnya kanker payudara dimulai ketika sel-sel di jaringan payudara mengalami mutasi dan berkembang tidak terkendali. Kanker payudara umumnya disebabkan oleh paparan radiasi, obesitas, terapi hormon dan pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan minum alkohol.

Ketika sudah mencapai stadium 4 atau stadium akhir, artinya sel kanker telah menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, kelenjar getah bening, tulang, kulit, hati, atau otak sekalipun.
Gejala Metastasis Paru-Paru yang muncul pada Ratna yaitu Sesak napas, Ketidaknyamanan dirasa atau nyeri di paru-paru, Batuk terus-menerus, Batuk lendir.
Ratna yang merupakan alumni SMP Bonepute Angkatan 1991 juga kini susah untuk menggerakan kaki sehingga tidak bisa menyangga badan akibat serangan vital atau Metastasis pada tulang.

“Semakin lengkap penderitaan saya, Tapi saya anggap ini cobaan dari Allah. Buat saudaraku, sahabat dan keluarga yang memiliki rezki berlebih, mohon bantuannya untuk kesehatanku. Mudah-mudahan dengan bantuan saya bisa sehat kembali seperti dulu” katnya memelas di depan Tipikor.id

Gajahmada Harding yakin kalau Pemerintah Kota Palopo masih terbuka pintu bantuan kemanusiaan untuk ibu yang beralamat di Kompleks SMA 5, Takkalalla, Wara Selatan. “Pak Wali yakin membantu ibu penginap Kanker tak punya suami ini. Demikian pula pak Bupati memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Tidak mungkinlah melihat saja warganya tak mendapat pelayanan kesehatan. Penyakit Busung Lapar dan tumor yang tak mendaoat menanganan bisa mencoreng wajah Bupati Luwu” ujar Gajahmada Harding Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia optimis.

Lanjut, Ikatan Keluarga Alumni SMP Standar Bonepote atau SMPN 2 Larompong Selatan memberikan harapan untuk Ratna. “Kebetulan Ratna adalah alumni tahun 1991 pada SMP Bonepute, sehingga saya yakin kalau anggota IKA yang kenal dengan beliau tidak berpangku tangan. Publik facebooker masih memberikan harapan hidup bagi survivor Kanker ini sesuai pengalaman. Suatu hari nanti kita bisa saja mengidap penyakit yang terduga. Dan Facebooker sudah sadari hal itu, dan hanya kemanusiaan yang bisa menyelamatkan sebuah nyawa. Wallahu alam bissawab.

Untuk mengurani bebannya hidupnya, teman-teman lama yang lama tak ketemu bisa bersilahturrahim ke Desa Babang Jalan Pelabuhan Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu. Jika ingin sekedar bicara sama Ratna yang dulu ribut sekali waktu pulang sekolah SMP, bisa ke nomor kontak dan Whatsup +62821-9659-4263. Bagi yang masih empati kepada Ratna Mustaring dengan Kanker yang dideritanya, kirim saja dana donasi ke Rekening BRI 218801012570508 atas nama Dela Puspita Sari untuk ikut mensukseskan rencana Terapi Kemo ke Makassar. Mudah-mudahan ada jalan kesembuhan untuk beliau…
(Gajahmada Harding/Sherly Adelade)

Share :

Baca Juga

Inspirasi

Pertama Kali, Polri Bentuk Posko Monitoring Pantau Penerimaan Anggota Secara Realtime

Hukrim

Insya Allah, UNHAS Akan Umumkan Satgas PPKS Pada 4 November ini

Inspirasi

Ketua Tim Evakuasi Mayat Sulsel Waktu Tsunami Aceh Sempat Kehabisan Jatah Dapur Umum di Zainoel Abidin. Apa Sebabnya?

Inspirasi

Cari Penyusunan Instrumen Survei Kekerasan Seksual di Kampus, Satgas PPKS Unhas Gelar FGD

Inspirasi

Reuni Ke IV & Ultah Ke III Kompi 2023

Daerah

Lindungi Terumbu Karang: Gakkum KLHK dan Balai Taman Nasional Kepulauan Togean Gelar Operasi Penyelamatan Sumber Daya Alam dan Satwa Liar

Inspirasi

Launching Gerakan Inspeksi Rutin Setiap Selasa Duta K3′

Inspirasi

Rekreasi Siswa SMPN 4 Sengkang Kab. Wajo Pasca Ujian