Home / Inspirasi

Minggu, 27 November 2022 - 05:58 WIB

Tim Evakuasi Mayat ataukah Tim Penyapu Mayat Tsunami dari Sulsel For Aceh?

Inilah tim Evakuasi Mayat dari Sulsel selain ada juga Tim Logistik yang berposko di Zainoel Abidin. Mereka berdedikasi untuk memakam semua mayat bagaimanapun kondisinya. dan disebur Tim Pemburu Mayat dari Sulsel

Inilah tim Evakuasi Mayat dari Sulsel selain ada juga Tim Logistik yang berposko di Zainoel Abidin. Mereka berdedikasi untuk memakam semua mayat bagaimanapun kondisinya. dan disebur Tim Pemburu Mayat dari Sulsel

Malam kedua (Sulsel For Aceh, SSFA, di Aceh), setelah pertemuan Syahrul dan Ilham dengan otoritas setempat, serta saran dari wartawan senior, SSPA (SSFA, red) sepakat membentuk Tim Evakuasi Mayat.

“Berdasarkan laporan dari posko relawan, masih banyak mayat yang belum dievakuasi, khusus mayat yang berada dalam reruntuhan bangunan, got, dan gorong-gorong” kata Husain Abdullah dalam rapat evaluasi hari pertama.

SAR senior, Andi Muhammad Taqwa Yunus, disepakati memimpin Tim Evakuasi Mayat. Dibentuk juga tim yang memonitoring informasi mengenai kondisi evakuasi mayat. Tim yang beranggotakan kebanyakan wartawan ini sekaligus memetakan lokasi yang akan didatangi Tim Evakuasi Mayat.

Ditempel pengumuman di pagar RS Zainoel Abidin yang berisi imbauan agar yang menemukan mayat belum dievakuasi segera melapor ke Posko SSPA.

Esoknya, mulai berdatangan laporan mayat tak terurus ke Posko SSPA. Taqwa Yunus dan pasukannya sudah sibuk mengevakuasi mayat yang tak utuh dari tempat yang sulit dijangkau relawan lain.

Sasaran pertama Tim Evakuasi Mayat melakukan pembersihan di Kantor RRI. Tumpukan sampah dari batang pohon dan balok-balik menumpuk di depan Kantor RRI yang tingginya hampir melewati atap bangunan di sekitarnya.

Ruas Jl Iskandar Muda memang masih dipenuhi sampah. Bau mayat masih sangat menyengat. RRI termasuk gedung terparah. Menurut Kepala RRI Banda Aceh, Sudarmin Dahlan, sejak 31 Desember sudah delapan mayat dievakuasi dari halaman kantor tersebut.

Sudarmin adalah pria asal Sulawesi Selatan yang bertugas di Aceh. Dia lama menjadi penyiar berita di RRI Ujungpandang (sekarang Makassar) dan TVRI Ujungpandang di era tahun 1970-an hingga 1980-an.

Hitung Taqwa Yunus kembang-kempis saat mendekati tumpukan sampah itu. “Aih, pasti masih ada mayat dalam tumpukan sampah ini,” kata Taqwa.

Segera Pasukan Tim Evakuasi Mayat beraksi. Dedaunan disibak, balok-balok dileparkan, hingga akhirnya terlihat sesosok mayat.

Mayat-mayat yang dikeluarkan dari lokasi sulit dimasukkan dalam kantong warna hitam kemudian diangkut ke pinggir jalan. Tim lain akan datang menjemput mayat-mayat itu nanti.

“Ada tadi mayat di gorong-gorong yang kami keluarkan. Tidak ada yang berani masuk ke gorong-gorong itu, saya masuk dan keluarkan mayat yang sudah hancur,” kata Taqwa dalam evaluasi malam ketiga.

Sepakterjang pasukan khusus yang dipimpin Taqwa Yunus membuat Relawan SSPA semakin disegani dan dijuluki “Pasukan Penyapu Ranjau”. Ada juga yang menjulukinya, “Pasukan Penyaput Mayat”.

judul Asli : Catatan Kecil: Relawan Sulsel dalam Tsunami Aceh, Mengapa SSPA Disebut Pasukan Sapu Bersih?, https://makassar.tribunnews.com/2017/12/27/catatan-kecil-relawan-sulsel-dalam-tsunami-aceh-mengapa-sspa-disebut-pasukan-sapu-bersih?page=4.
Penulis: AS Kambie | Editor: AS Kambie

Share :

Baca Juga

Daerah

Kemenkumham Gorontalo Lantik Pejabat Manajerial, Kakanwil Minta Bekerja dengan Smart Pasti

Inspirasi

Humas Polri Gelar Pasukan Kesiapan Satgas Humas Dalam Pengamanan Pemilu 2024
PRA-PORPROV CABANG OLAHRAGA CATUR KABUPATEN JENEPONTO 2025

Daerah

PRA-PORPROV CABANG OLAHRAGA CATUR KABUPATEN JENEPONTO 2025

Inspirasi

Launching Gerakan Inspeksi Rutin Setiap Selasa Duta K3′

Inspirasi

Kalla Youth Fest 2024: Acara Seru yang Wajib Kamu Datangi !!!!

Inspirasi

Kompolnas: Kampanye Hari Pertama Berjalan Kondusif

Inspirasi

Dibuka oleh Rektor, Direktorat SDM adakan Training CSL bagi Pimpinan Unhas

Hukrim

Kapolda Sulsel Berkunjung Ke KPU Sulsel dan Cek Gudang Surat Suara KPU di KIMA